Friday, May 8, 2020

Fakta Abah Tono Pemulung Berpenghasilan Rp 1.500, Tapi Bo'ong

 kakek penjual rongsokan yang viral(1).jpg
 ( Kumparan.com)

Hello sobat online!


Bersama lagi dengan mimin Daru, mengupas fakta yang tersebar di seantero dunia maya " tapi boo'ong" he...he... he... istilah kerennya "Hoax" , baru -baru ini tersebar berita mengguncang para perasaan sobat baik hati yang perasaan tulusnya di PHP ( sakitnya tuh disini ya, lagi kondisi seperti ini kok ada saja oknum-oknum yang memanfaatkan perasaan sobat baik menjadi bergetar.
 
Di dunia maya sedang dilanda ambyarnya hati sobat online akibat video wawancara dengan kakek berpenghasilan Rp 1.500 per hari yang beredar di twitter. Video itu telah tersebar luas setelah salah satu akun twitter, @sandy_adul mengunggah video tersebut pada hari Selasa (5/5/2020). Jika sobat online menonton video wawancara tersebut, kakek tersebut mengaku berpenghasilan Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per hari, wahh ambyar hatiku menontonya.

Artikel ini telah tayang di kumparan.com dengan judul Kisah Pilu Kakek Berpenghasilan Rp 1.500 Sehari, Kadang Tak Makan demi Keluarga https://kumparan.com/berita_viral/kisah-pilu-kakek-berpenghasilan-rp-1-500-sehari-kadang-tak-makan-demi-keluarga-1tMUhTeHEUK/full


Wah sobat online hendaknya lebih berhati-hati untuk share-share berita yang kadang harus mengetahui sumbernya dulu, mimin saran sih cek dan ricek kebenaranya, apalagi tiba-tiba ada penggalangan dana untuk sumber yang tidak jelas. Setelah mimin baca sebuah artikel dari Pikiran-Rakyat.com  https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-01379283/7-fakta-abah-tono-akui-pemulung-berpenghasilan-rp-1500-donasi-batal-usai-kedapatan-miliki-motor, mimin mendapat pencerahan tentang fakta -fakta dari Abah Tono yang viral tersebut ya, tapi bukan boo'ng loh! Awal cerita  abah Tono yang viral karena berpenghasilan Rp 1.500 ternyata hanya sandiwara belaka. Wawancara keburu tersebar dan banyak sobat online yang ambyar hatinya ikut menyumbang abah Tono ini. Berikut fakta-faktanya diambil dari Pikiran-Rakyat.com 

1. Pekerjaan Aslinya Tukang Kebun
  
Sebelum sering berjalan-jalan dan 'mengaku pemulung Abah Tono diketahui dahulu bekerja sebagai tukang kebun.Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Pangauban Enep Rusna saat ditemui pada Jumat 8 Mei 2020 sebagaimana dikabarkan Pikiran-Rakyat.com.

2. Memiliki Rumah Permanen Bertingkat Dua di Katapang, Kab. Bandung
 
Abah tinggal di Kampung Babakan Sondiri RT 02/RW 07 Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kab.Bandung. Menurut Enep, Abah Tono memiliki rumah permanen dua tingkat di sana meski belum sepenuhnya tuntas dibangu, mantab bossss. Pria yang mengaku berusia 70 tahun itu juga diketahui punya kendaraan roda dua berupa sepeda motor. 

3. Mendapatkan Bantuan dari Pemerintah dan Pengusaha

Enep menyebut Abah Tono dan istri sebenarnya sudah tersentuh oleh berbagai jenis bantuan dari luar.
"Dari pemerintah sendiri, istrinya mendapat bantuan dari bantuan pangan non tunai setiap bulannya," ujar Enep.
"Kemudian, diberi jatah sembako oleh salah seorang pengusaha setiap bulannya juga. Artinya, keluarga Abah Tono sudah tersentuh bantuan," kata dia.

4. Tinggal Bersama Anak Pertama dan Menantu

Abah Tono memiliki dua anak yang sudah bekerja dan berkeluarga. Ia tinggal bersama anak pertama dan menantunya.
Menantunya, berdasarkan keterangan Enep, membantah kalau abah Tono kesulitan mengisi perutnya lantaran ia selalu memberikan makan setiap hari.

5. Tetangga Tersinggung dan Banyak yang Lebih Membutuhkan

Warga tak terima dengan pernyataan abah Tono terkait pendapatannya, seolah-olah tetangga sekitar tidak peduli terhadap dia.
"Dengan adanya peningkatan intensitas tamu yang datang memberikan bantuan karena adanya video tersebut, membuat warga tidak nyaman karena masih banyak warga di lingkungan tersebut yang lebih membutuhkan ketimbang abah Tono," kata Enep.
Enep menambahkan, hingga Jumat 8 Mei 2020 petang ada beberapa orang yang akan berbagi, namun sebagian mengalihkan bantuan pada tetangga-tetangga Tono yang lebih membutuhkan.

6. Tergiur Keibaan Orang Lain

Menurut keterangan Enep, abah Tono yang sebelumnya berkebun selalu terlihat lusuh saat pulang ke rumah.
 
Seringkali dia mendapat uang secara tiba-tiba dari masyarakat yang iba dengan kondisinya.
Uang yang diterimanya pun relatif besar. Akibatnya, ia tak lagi berkebun dan sering duduk di pelataran toko serba ada (toserba).
Dengan berbekal barang-barang bekas atau rongsokan yang ia bawa kemana-mana, semakin banyak pemberian orang lain.
"Ya, jadinya keterusan seperti itu untuk dapat penghasilan," kata dia. 

7. Sempat Menerima Donasi Pertama, Sisanya Dialihkan oleh Penggalang Dana

Penggalangan dana di Instagram akhirnya dihentikan. Meski sempat memberikan uang derma kepada Abah Tono, duit yang tersisa diberikan opsi kepada pemberi antara dikembalikan atau dialihkan.


Nah bagaimana sobat online? Ngenes tapi boo'ong ya, nah untuk lebih jelasnya foto asli rumah Abah tono yang membuat sobat online bergejolak, sabar-sabar tetap kita selalu bersedekah, masalah penerima hoax atau cuma PHP aja serahkan sama Allah ya,



( www.pikiran-rakyat.com)


Jika sobat online merasa sedekahnya salah sasaran mungkin bisa membaca artikel yang mimin copas dari situs: https://woi.or.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah pernah bercerita dalam sabda beliau : 

“Seorang laki laki berkata : Sungguh aku akan bersedekah dengan satu sedekah. Ia keluar dengan membawa sedekahnya (1) lalu ia meletakkan sedekahnya pada tangan pencuri. Pagi harinya orang orang berkata, semalam ada pencuri yang diberi sedekah. Lalu (laki laki ini) berkata : Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Sungguh aku akan bersedekah dengan satu sedekah lagi.
Ia keluar dengan sedekahnya (2) lalu ia meletakkan sedekahnya ke tangan wanita pezina. Pagi harinya orang orang berkata, semalam ada wanita pezina yang diberikan sedekah. Maka (laki laki ini) berkata : Ya Allah, segala punji bagi-Mu. aku akan bersedekah dengan satu sedekah lagi. 
Ia keluar dengan sedekahnya (3) lalu ia meletakkan sedekahnya di tangan orang kaya. Pagi harinya orang orang berkata, semalam ada orang kaya yang diberikan sedekah. Maka (laki laki ini) berkata : Ya Allah, segala puji bagi-Mu atas pencuri, atas wanita pezina dan atas orang kaya itu.
Maka laki laki itu didatangkan (pada hari Kiamat) dan dikatakan kepadanya : Adapun sedekahmu kepada pencuri maka mudah mudahan (dengan sedekah itu) ia menjaga kehormatannya dari perbuatan mencuri. Adapun wanita pezina itu maka mudah mudahan (dengan sedekah itu) ia menjaga kehormatanny dari zina.
Sementara orang kaya itu mudah mudahan (dengan sedekah yang ia terima itu) ia dapat mengambil pelajaran sehingga ia berinfak dari sebagian rizki yang Allah berikan kepada-Nya”. 

(H.R Imam Bukhari no. 1421 dan Imam Muslim no. 1022).

Lalu bagaimana para ulama menjelaskan tentang sedekah yang salah sasaran ini.  
Diantaranya adalah penjelasan dari :

    1.       Imam An Nawawi.

Beliau berkata : Didalam hadits ini (terdapat dalil) tetapnya pahala sedekah meskipun yang mengambilnya adalah orang fasik (orang yang banyak berbuat dosa) atau orang kaya. Ini berlaku pada sedekah sunnah. Adapun pada zakat maka tidak sah memberikannya kepada orang kaya. (Syarah Shahih Muslim). 

    2.       Syaikh Abdul Aziz bin Baz.

Beliau berkata : yang tampak bahwa sedekahnya itu mencukupi (sah) dari sedekah yang fardhu karena ia tidak sengaja menyelisihi syariat dan karena itu Allah Ta’ala menerima sedekahnya. Wanita pezina dan pencuri apabila keduanya miskin maka mereka (boleh diberikan) diberikan zakat. (Az Zakah fil Islam, Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al Qahthani). Tujuannya adalah agar keduanya bertaubat dari dosa dosanya.

    3.       Syaikh Abdul Aziz Sayyid Nada

Beliau berkata : Tatkala laki laki ini (dalam hadits dari Abu Hurairah diatas) mengira bahwa ketiga orang tersebut (pencuri, wanita pezina dan orang kaya) berhak menerima sedekah (karena tidak tahu) maka ia pun memberikan sedekahnya dan dia mengikhlaskan niat dalam sedekah itu, karena itulah Allah Ta’ala menerima  sedekahnya meskipun pada hakikatnya mereka adalah orang orang yang tidak berhak menerima sedekah itu. Ini tujuan awal dari laki laki yang bersedekah tersebut yaitu mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala. Tujuan ini telah terwujud dengan perbuatannya tersebut. 

Adapun tujuan kedua yaitu memberikan manfaat (dengan sedekahnya) kepada orang miskin dan menutupi kebutuhannya, bisa jadi itu terwujud jika orang yang diberikannya itu memang berhak menerimanya. Atau bisa saja tercapai tujuan lain yaitu mengambil pelajaran dari sedekah itu bagi orang yang tidak berhak menerimanya. Akan tetapi apabila orang yang bersedekah yakin bahwa orang yang meminta sedekah sedekah itu tidak berhak menerimanya maka hendaklah ia menahan sedekah tersebut darinya. (Mausuu’ah al Adabil Islamiyah)

oke sobat online mimin akhiri dulu artikel ini, semoga kita bisa mengambil manfaatnya dari semua kejadian ini 


terima kasih

Mimin Daru

share dan comment jika bermanfaat.


No comments:

Post a Comment