Sunday, October 18, 2020

Bimas Islam Mengajak Generasi Millenial Agar "Jatuh Hati" Untuk Syiarkan Agama Melalui Media Sosial.

 





Sentul, Bimas Islam --- Millennial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Namun, para ahli menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 - 1990, atau pada awal 2000 dan seterusnya. Generasi millenial ini adalah generasi yang sudah pasti melek internet rata-rata mereka menghabiskan waktu di depan layar perangkat mobile sekitar tiga jam sehari dan kian hari angka tersebut kian meningkat. Media sosial yang sudah menjadi bagian dari hidup generasi millenial ini diantaranya YouTube, What App, Facebook, TikTok, Line, Instagram atau masih banyak lagi, membuat orang tua bahkan pemerintah khawatir akan dampak negatif dari medsos apalagi berhubungan dengan agama. 





Sebenarnya ini bukan salah dari tehnologi itu sendiri tumbuh dan berkembang tetapi bagaimana cara mengarahkan generasi milineal ini menjadi generasi yang produktif serta berguna untuk masyarakat banyak terutama dalam syiar agama. Maka berdasarkan fenomena ini, Sayid Alwi Fahmi mengatakan workshop ini sebagai bentuk kepedulian Kemenag dalam mengajak milenial mensyiarkan agama Islam dengan menggunakan media sosial. Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam Kementerian Agama (Kemenag) menggelar pelatihan Milenial Seni Budaya Islam se-Jabodetabek. Kegiatan dalam bentuk workshop ini melatih mahasiswa/i se-Jabotabek yang berasal dari dari perwakilan kampus negeri serta swasta berokasi di Bigland Hotel Bogor, workshop ini berlangsung selama tiga hari, pada 14-16 Oktober 2020. Diikuti 40 mahasiswa dan mahasiswi dari perwakilan perguruan tinggi Universitas Indonesia, UIN Syarih Hidayatullah, UNJ, IKJ, Universitas Pancasila, Universitas Gunadarma, Institut Bisnis Muhamadiyah Bekasi dan lainnya. 



Pelatihan dimulai dipandu oleh moderator yang juga sebagai wakil ketua 1 kampus AVIASI Jakarta -Nur Hayati- yang dimulai dari pukul 10.30 WIB hingga 21.30 WIB. Pada sesi pertama adalah pelatihan cara menggunakan bahasa dan visual yang menarik oleh praktisi bahasa dan juga dosen IBM Bekasi-Daru Susanti- di sesi ini menjelaskan dan mempraktekan bagaimana menggunakan bahasa dan visual yang menarik ala milenial serta cara mengubah tulisan yang menarik sebagai dakhwah atau syiar agama. Pada sesi kedua adalah mengkreasikan video dengan menggunakan program video scribe dengan tema pejuang Islam Indonesia, kegiatan ini dibimbing oleh dosen UNINDRA Kiki Zikriah. Pada sesi terakhir adalah sebuah sentuhan akhir sebuah film agar para peserta workshop mengenal program-program dasar untuk cara pengeditan video serta cara mudah mengupload di medsos, sesi ini di bimbing oleh Dosen STMIK Muhammadiyah Jakarta- Arman Syah Putra- Intinya pada paket workshop ini adalah agar para milenial agar bisa menggunakan dan mengkreasikan content medsosnya untuk hal yang bermanfaat yaitu syiar agama. 



Salah satu pendapat bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat  bagi syiar agama terutama untuk generasi milenial adalah  pendapat dari Kepala Seksi Siaran Keagamaan dan juga dosen STMIK Muhammadiyah Jakarta, Nur Kumala Dewi mengatakan pelatihan ini berharap "seluruh peserta pelatihan menjadi generasi milenial gaul, berakhlak dan bersikap Islami,” katanya. Pelatihan seperti ini akan rutin dilakukan setiap tahunnya, secara berjenjang dari mulai Kabupaten, Provinsi sampai tingkat Nasional. 

Penulis: Mimin Daru

Sumber; https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/bimas-islam-ajak-milenial-syiarkan-agama-melalui-media-sosial



1 comment: